Ku bertanya
Apa aku bisa?
Menghadapi tantangan yang berikutnya
Apa aku bisa?
Pasti bisa, kuyakinkan diri
Segala yang ada di dunia ini
Tak ada yang pasti!
Harus dicoba dulu dan yakin pada diri sendiri
Jam demi jam berganti
Sebuah kumpulan pikiran belum juga terlewati
Masih ada 2 bongkah lagi
Namun ada dering yang mengintervensi
Seorang teman pun bertanya
Kurasa dia hanya tak ada kerjaan saja
Segala hal yang disangsikan olehnya
Seharusnya jelas sekali jika ia memberi atensi dan membaca
1 bagian telah berlalu
2 lagi menanti sambil berseru,
"Kau lebih mengenal kami di masa lalu,
seharusnya jangan ia, kami dahulu."
Baiklah, aku pun mengalah
Memang waktunya juga, ku berdesah
Akan kuperhatikan kau, ya sudah
Lagipula mengujiku dengan baik, kau telah
Memanglah benar
Apa yang tersisa masih di pikiranku, mereka bersinar
Dalam sekejap habislah waktu yang kutakar
Aku tidak tahan, jatuhlah ku jadi tak sadar
Saat ia menguji
Ku merasa yakin dan pasti
Ya sudahlah, yakinku dalam hati
Sepertinya ku bisa, syukurku pada Tuhan sekali lagi
Selesainya waktu
Para sahabat mencemooh karena menunggu
Siapa suruh, kataku sambil lalu
Ini diriku, dan ini urusanku!
Para teman pun bertukar pikiran bersama
Ku menyadari suatu yang tidak sama
Sudahlah, diriku berkata
Lebih baik pergi daripada ketidakyakinanku membara
Mungkin keganjilan ada pada yang satu
Menerka akan kehilangan kata-kata pada yang lalu
Hatiku menyesal, lidahku kelu
Semoga Bu Puji mengampuni yang kuperbuat pada yang satu itu
Monday, October 4, 2010
Sajak Ulangan Blok Terakhir : Hari I
Inilah saatnya
Penentuan segalanya
Tantangan untuk semua
3 bulan berganti tengahi satu masa
Senjata kotak abu-abu kusiapkan
Siap untuk diaktifkan
Mengubah segala bentuk pecahan dan serpihan
Mungkin jadi indah bagai akar pada tumbuhan
Tiba saat aku kan teruji
Kuperhatikan satu demi satu apa dihadapanku kini
Kutorehkan angka demi huruf dengan pasti
Penuh perhitungan dan strategi
Aku merasa bingung
Pikiranku pun tiba-tiba kosong
Tenang, aku harus merasa tenang
Inspirasi datang, aku pun merasa senang
Dingin, dingin sekali
Rasanya jadi hilang konsentrasi
Tiba-tiba dentang lonceng berbunyi
Jantung pun berdebar tak henti
Kupasrahkan saja, relakan
Segala unsur dan bagian
Segala air dan jembatan garam asin
Ku percaya pada ke"baik"an Bu Wiwik dan Pak Hen
Penentuan segalanya
Tantangan untuk semua
3 bulan berganti tengahi satu masa
Senjata kotak abu-abu kusiapkan
Siap untuk diaktifkan
Mengubah segala bentuk pecahan dan serpihan
Mungkin jadi indah bagai akar pada tumbuhan
Tiba saat aku kan teruji
Kuperhatikan satu demi satu apa dihadapanku kini
Kutorehkan angka demi huruf dengan pasti
Penuh perhitungan dan strategi
Aku merasa bingung
Pikiranku pun tiba-tiba kosong
Tenang, aku harus merasa tenang
Inspirasi datang, aku pun merasa senang
Dingin, dingin sekali
Rasanya jadi hilang konsentrasi
Tiba-tiba dentang lonceng berbunyi
Jantung pun berdebar tak henti
Kupasrahkan saja, relakan
Segala unsur dan bagian
Segala air dan jembatan garam asin
Ku percaya pada ke"baik"an Bu Wiwik dan Pak Hen
Tuesday, September 21, 2010
Jakarta Tercinta
Jakarta
Kota yang terkenal akan perjuangannya
Mulai dari perjuangan meraih kemerdekaan
Sampai perjuangan untuk mendapat sesuap nasi
Engkau memang dibanggakan
Sebagai kota tempat proklamasi kemerdekaan dikumandangkan
Namun engkau juga tak diinginkan
Sebagai kota di mana kita bisa menjual diri
Hanya untuk sesuap nasi
Jakarta
Kota yang terkenal dengan tempat wisatanya
Mulai dari Monas, sang api abadi
Sampai pinggir Kali Ciliwung, di mana rumah kumuh bertebaran
Engkau memang dielukan
Dengan Monas yang melambangkan
Perjuangan rakyatnya yang tak pernah padam
Namun engkau juga dijatuhkan
Dengan rumah-rumah kumuh yang melambangkan
Kurangnya perhatian bagi rakyat papa
Jakarta
Engkau memang dipenuhi dengan berbagai sisi terang
Namun di mana ada terang pastilah ada gelap
Maka agar keinginanmu tercapai
Yaitu menjadi kota yang sederajat dengan kota-kota besar di dunia
Dan berpenduduk yang makmur merata
Tingkatkanlah sisi terangmu dan hapuslah sisi gelapmu
Agar menjadi Jakarta tercinta yang penuh dengan kebanggaan
Kota yang terkenal akan perjuangannya
Mulai dari perjuangan meraih kemerdekaan
Sampai perjuangan untuk mendapat sesuap nasi
Engkau memang dibanggakan
Sebagai kota tempat proklamasi kemerdekaan dikumandangkan
Namun engkau juga tak diinginkan
Sebagai kota di mana kita bisa menjual diri
Hanya untuk sesuap nasi
Jakarta
Kota yang terkenal dengan tempat wisatanya
Mulai dari Monas, sang api abadi
Sampai pinggir Kali Ciliwung, di mana rumah kumuh bertebaran
Engkau memang dielukan
Dengan Monas yang melambangkan
Perjuangan rakyatnya yang tak pernah padam
Namun engkau juga dijatuhkan
Dengan rumah-rumah kumuh yang melambangkan
Kurangnya perhatian bagi rakyat papa
Jakarta
Engkau memang dipenuhi dengan berbagai sisi terang
Namun di mana ada terang pastilah ada gelap
Maka agar keinginanmu tercapai
Yaitu menjadi kota yang sederajat dengan kota-kota besar di dunia
Dan berpenduduk yang makmur merata
Tingkatkanlah sisi terangmu dan hapuslah sisi gelapmu
Agar menjadi Jakarta tercinta yang penuh dengan kebanggaan
Kupu-Kupu
Kupu-kupu
Engkau terbang ke sana kemari
Warnamu elok indah berseri
Menari-nari di sekitar bunga melati
Sangat indah membuat senang hati
Kupu-kupu
Dengan ayunan sayapmu saat menari
Engkau temani diriku yang sepi
Engkau hibur diriku yang sedih
Engkau padamkan dendam dan benci
Lalu aku bangkit berdiri
Kembali mengikuti langkah kaki ini
Untuk menghadapi ceritaku di dunia ini
Engkau terbang ke sana kemari
Warnamu elok indah berseri
Menari-nari di sekitar bunga melati
Sangat indah membuat senang hati
Kupu-kupu
Dengan ayunan sayapmu saat menari
Engkau temani diriku yang sepi
Engkau hibur diriku yang sedih
Engkau padamkan dendam dan benci
Lalu aku bangkit berdiri
Kembali mengikuti langkah kaki ini
Untuk menghadapi ceritaku di dunia ini
Syukurilah Hidup
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Andai saja kita di sana
Bersama pengemis pemulung di jalan raya
Hidup yang sangat sederhana
Tak tahu ada makanan atau tiada
Tak tahu bisa tidur di mana
Kalaupun ada gubuk di sana
Cepat lambat pasti ‘kan digusur juga
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur pada-Nya
Andai saja kita termasuk mereka
Bersama penyandang cacat di luar sana
Dengan kekurangan di panca indera atau lumpuh papa
Tak bisa berjalan dan pergi ke berbagai benua
Tak bisa melihat seluruh isi dunia
Tak bisa mendengar kicauan burung yang indah
Yang bisa mereka lakukan hanyalah
Berharap dan pasrah kepada Yang Maha Esa
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur kepada-Nya
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Andai saja kita di sana
Bersama pengemis pemulung di jalan raya
Hidup yang sangat sederhana
Tak tahu ada makanan atau tiada
Tak tahu bisa tidur di mana
Kalaupun ada gubuk di sana
Cepat lambat pasti ‘kan digusur juga
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur pada-Nya
Andai saja kita termasuk mereka
Bersama penyandang cacat di luar sana
Dengan kekurangan di panca indera atau lumpuh papa
Tak bisa berjalan dan pergi ke berbagai benua
Tak bisa melihat seluruh isi dunia
Tak bisa mendengar kicauan burung yang indah
Yang bisa mereka lakukan hanyalah
Berharap dan pasrah kepada Yang Maha Esa
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur kepada-Nya
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Pintu Surga
Di dunia ini
Anak-anak belajar di sekolah
Dari pagi hingga petang
Layaknya dewasa yang sudah bekerja
Mereka belajar matematika
Menghitung keliling, luas, dan volume
Mereka belajar bahasa Inggris
Menghapal grammar dan vocabulary
Mereka juga belajar kesenian
Menggambar batik dan membuat patung
Namun tak ada yang mempelajari
Bagaimana bersikap sopan santun
Berbuat baiklah kepada teman-temanmu
Jangan mendendam terhadap orang lain
Jujurlah kepada orang tuamu
Jujurlah kepada diri sendiri
Jangan mengambil hak orang lain
Walaupun hal itu diajarkan di semua sekolah
Di dalam semua ajaran agama dan adat istiadat
Namun
Apa banyak yang melaksanakannya?
Kita tak bisa mengatakan
Bahwa aku selalu berbuat baik
Bahwa aku selalu jujur atau berusaha jujur
Bahwa aku selalu bersikap sopan
Bahwa aku tidak pernah mencuri
Lihat saja nanti buktinya
Pada saat kita meninggal dunia
Apakah pintu surga terbuka bagiku?
Anak-anak belajar di sekolah
Dari pagi hingga petang
Layaknya dewasa yang sudah bekerja
Mereka belajar matematika
Menghitung keliling, luas, dan volume
Mereka belajar bahasa Inggris
Menghapal grammar dan vocabulary
Mereka juga belajar kesenian
Menggambar batik dan membuat patung
Namun tak ada yang mempelajari
Bagaimana bersikap sopan santun
Berbuat baiklah kepada teman-temanmu
Jangan mendendam terhadap orang lain
Jujurlah kepada orang tuamu
Jujurlah kepada diri sendiri
Jangan mengambil hak orang lain
Walaupun hal itu diajarkan di semua sekolah
Di dalam semua ajaran agama dan adat istiadat
Namun
Apa banyak yang melaksanakannya?
Kita tak bisa mengatakan
Bahwa aku selalu berbuat baik
Bahwa aku selalu jujur atau berusaha jujur
Bahwa aku selalu bersikap sopan
Bahwa aku tidak pernah mencuri
Lihat saja nanti buktinya
Pada saat kita meninggal dunia
Apakah pintu surga terbuka bagiku?
Keindahan yang Terlupakan
Engkau dimanfaatkan oleh siapa saja
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Tempat Sejuta Rasa
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Dimulai dari yang ada
Tiada lalu 'kan ada lagi
Dimulai dari yang ada
Keingintahuan yang menggelitik dada
Kekhawatiran akan kehidupan lain yang baru
Sudah waktunya membuka diri sendiri
Saat ikatan terjalin
Terburu-buru akan kewajiban yang pasti
Kemalasan menunggu hingga akhir masa
Ikatan sederhana hidup namun berakhir sesat
Penguasa pun menuntut hidup
Memandang satu tujuan untuk satu waktu
Ketenangan sementara memeluk rasa
Panik menerjang setelah kepercayaan diri tiada
Setelah penguasa tenung
Kembali pada ketidakpastian yang hadir
Raja-ratu kembali berani
Merenggut ketenangan yang mungkin hanya sekali
Di akhir waktu
Penguasa kembali meminta upeti
Kepasrahan akan sesuatu yang harus terjadi
Diterima lewat takkan pernah kembali
Sesuatu ada berakhir tak ada?
Entah naik mendekat singgasana
Atau diam tangis menanti nasib
Masa depan telah tampak atau kosong hampa
Apa yang ada memang kan berakhir
Takkan berhenti
Akan ada lagi kehadiran yang tak tersentuh
Mengisi kekosongan yang tercipta
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Sesuatu yang ada akan hilang
Namun yang hilang kan terisi kembali
Tempat sejuta rasa
Dimulai dari yang ada
Tiada lalu 'kan ada lagi
Dimulai dari yang ada
Keingintahuan yang menggelitik dada
Kekhawatiran akan kehidupan lain yang baru
Sudah waktunya membuka diri sendiri
Saat ikatan terjalin
Terburu-buru akan kewajiban yang pasti
Kemalasan menunggu hingga akhir masa
Ikatan sederhana hidup namun berakhir sesat
Penguasa pun menuntut hidup
Memandang satu tujuan untuk satu waktu
Ketenangan sementara memeluk rasa
Panik menerjang setelah kepercayaan diri tiada
Setelah penguasa tenung
Kembali pada ketidakpastian yang hadir
Raja-ratu kembali berani
Merenggut ketenangan yang mungkin hanya sekali
Di akhir waktu
Penguasa kembali meminta upeti
Kepasrahan akan sesuatu yang harus terjadi
Diterima lewat takkan pernah kembali
Sesuatu ada berakhir tak ada?
Entah naik mendekat singgasana
Atau diam tangis menanti nasib
Masa depan telah tampak atau kosong hampa
Apa yang ada memang kan berakhir
Takkan berhenti
Akan ada lagi kehadiran yang tak tersentuh
Mengisi kekosongan yang tercipta
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Sesuatu yang ada akan hilang
Namun yang hilang kan terisi kembali
Sunday, September 5, 2010
Putih
Putih
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Gloom
Gloomy
Oh so gloomy this life
Watching all these little tiny things
Studying them
Doing the oh-so-incredible things
Yeah, yeah
I need you in my life
Let's work together to control my body
But you don't study about my whole body,
So I don't have to study you, right?
Gloomy
Sleepy
Oh, please.
Oh so gloomy this life
Watching all these little tiny things
Studying them
Doing the oh-so-incredible things
Yeah, yeah
I need you in my life
Let's work together to control my body
But you don't study about my whole body,
So I don't have to study you, right?
Gloomy
Sleepy
Oh, please.
Subscribe to:
Posts (Atom)
