Showing posts with label Passion. Show all posts
Showing posts with label Passion. Show all posts

Tuesday, September 21, 2010

Syukurilah Hidup

Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa

Andai saja kita di sana
Bersama pengemis pemulung di jalan raya
Hidup yang sangat sederhana
Tak tahu ada makanan atau tiada
Tak tahu bisa tidur di mana
Kalaupun ada gubuk di sana
Cepat lambat pasti ‘kan digusur juga
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur pada-Nya

Andai saja kita termasuk mereka
Bersama penyandang cacat di luar sana
Dengan kekurangan di panca indera atau lumpuh papa
Tak bisa berjalan dan pergi ke berbagai benua
Tak bisa melihat seluruh isi dunia
Tak bisa mendengar kicauan burung yang indah
Yang bisa mereka lakukan hanyalah
Berharap dan pasrah kepada Yang Maha Esa
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur kepada-Nya

Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa

Tempat Sejuta Rasa

Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Dimulai dari yang ada
Tiada lalu 'kan ada lagi

Dimulai dari yang ada
Keingintahuan yang menggelitik dada
Kekhawatiran akan kehidupan lain yang baru
Sudah waktunya membuka diri sendiri

Saat ikatan terjalin
Terburu-buru akan kewajiban yang pasti
Kemalasan menunggu hingga akhir masa
Ikatan sederhana hidup namun berakhir sesat

Penguasa pun menuntut hidup
Memandang satu tujuan untuk satu waktu
Ketenangan sementara memeluk rasa
Panik menerjang setelah kepercayaan diri tiada

Setelah penguasa tenung
Kembali pada ketidakpastian yang hadir
Raja-ratu kembali berani
Merenggut ketenangan yang mungkin hanya sekali

Di akhir waktu
Penguasa kembali meminta upeti
Kepasrahan akan sesuatu yang harus terjadi
Diterima lewat takkan pernah kembali

Sesuatu ada berakhir tak ada?
Entah naik mendekat singgasana
Atau diam tangis menanti nasib
Masa depan telah tampak atau kosong hampa

Apa yang ada memang kan berakhir
Takkan berhenti
Akan ada lagi kehadiran yang tak tersentuh
Mengisi kekosongan yang tercipta

Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Sesuatu yang ada akan hilang
Namun yang hilang kan terisi kembali

Sunday, September 5, 2010

Cinta Obsesif (Cinta Pada KAPITAL)

Ke manakah engkau pergi, wahai kasihku?
Untukmu, akan kulakukan segala hal!

Cintaku ini takkan mudah dipadamkan
Ini adalah hal terindah, yang pernah terjadi dalam hidupku!
Nada-nada harmonis terlantun dari hatiku
Tersimpan di batin terdalam
Alangkah damai hatiku rasanya bila mengenangmu

Mati pun aku rela, jika dapat membuatmu tak pergi dariku
Aku tak bisa menjalani hidup ini tanpamu!
Temanilah aku sepanjang hidupku
Harapanku selalu setia bersamamu, wahai kasihku!

Hati ini tak tenang jadinya
Inti hidupku kosong jika tiada dirimu
Janganlah engkau pergi, tetaplah di sini
Aral melintang, segala hal pun tak dapat kulakukan tanpamu
Usai hidupku, tanpa keberadaan hatimu!

Saturday, July 17, 2010

Kenyamanan yang Memabukkan (Melangkah Maju)

Kini ku masih berjalan
Sudah tak tahu berapa lama ku telah berjalan
Namun kunikmati penuh perjalanan ini
Perjalanan yang membentuk diriku ini
Kurasakan, dan benar kunikmati
Betapa nyaman perjalanan ini

Tiba-tiba, perjalanan semakin berat
Tujuannya sudahkah semakin dekat?
Kutengok lagi ke belakang
Betapa nyaman jalan yang telah kutempuh
Namun kini tak lagi demikian
Haruskah aku menyerah?

Tidak
Tidak, kukatakan pada diri sendiri
Angin semilir mengundangku untuk terus melangkah
Pun burung menyanyikan lagu demiku
Aku harus terus melangkah
Kurasakan, tujuan sudah di depan sana
Tidak mau aku kalah oleh halangan kecil
Tidak mau aku menyerah dari sebuah tantangan
Tidak mau aku mabuk oleh rasa nyaman

Ku akan terus melangkah
Terus, terus melangkah
Tidak tahu kapan kan berakhir
Namun ku kan terus melangkah maju

Tuesday, January 27, 2009

Bui Hatiku

Kini
Aku terpenjara di sini
Di dalam bui
Yang sungguh amat sempit
Di dalam diriku sendiri

Di sini
Aku bisa berteriak sekuat tenaga!
Meneriakkan kemauan diriku yang sebenarnya
Yang tak ingin dikekang orang lain
Diriku yang ingin bebas dari bui ini

Juga
Aku bisa menangisi diriku sendiri
Menyesali apa yang seharusnya terjadi
Yang seharusnya kulakukan dengan percaya diri
Yang seharusnya dilakukan diriku jika keluar dari bui

Pun
Aku bisa tertawa dan membanggakan diriku
Aku yang punya potensi ini
Tidak perlu kusakiti hati orang lain dengan kesombonganku ini
Yang selalu dilakukan diriku di dalam bui

Apa yang bisa kulakukan di dalam bui?
Hanyalah berteriak, menangis, dan berbangga diri?
Apa yang bisa dilihat dunia?
Hanyalah diri yang penuh kekosongan!
Diri yang tak punya keinginan sendiri
Diri yang tak punya kebebasan sendiri
Diri yang ditinggalkan oleh diri di dalam bui

Tunggulah, suatu hari nanti
Entah kapan
Ku kan pergi dari bui ini
Namun...
masih...
Suatu hari nanti?