Ku duduk sendiri
Di sisi dunia ini
Kini aku duduk sendiri
Merenungi dunia ini
Di sini aku duduk sendiri
Ku melihat keluar sana
Ketika ku duduk sendiri
Kupandangi rintik hujan di luar sana
Sendiri
Duduk sendiri
Aku duduk sendiri
Mengapa aku hanya sendiri?
Tiada teman, tiada keluarga
Ku kini hidup sebatang kara!
Bahkan hujan kau beri teman hujan yang lain
Namun diriku tak kau beri teman satupun
Hanya hujan meneteskan air mata demiku
Hujan
Kau satu-satunya teman bagiku
Kini, di sini
Aku sendiri
Ku duduk sendiri
Di sisi dunia ini
Merenungi dunia ini
Ku melihat keluar sana
Ya, aku tahu
Kini aku duduk sendiri
Kupandangi rintik hujan di luar sana
Ku duduk sendiri bersama rintik hujan
Friday, April 24, 2009
Apa
Apakah apa itu?
Siapakah apa itu?
Kapankah suatu apa akan ber-apa?
Di manakah apa itu akan menjadi apa?
Bagaimanakah apa itu ada?
Berapa apa untuk menjadikan suatu apa itu apa?
Mengapa apa itu ber-apa?
Bagaimana bisa apa itu di-apa-kan?
Apa artinya apa?
Siapa itu apa yang di-apa-kan?
Kapan suatu apa di-apa-kan?
Bagaimana suatu apa di-apa-kan?
Apa ber-apa di-apa-kan?
Apa?
Apa?
Apa?
...
...
...
Apakah puisi ini?
Apa ini benar-benar puisi?
Apa arti dari puisi “apa” ini?
Kapankah arti dari “apa” ini menjadi apa?
Apa pula arti dari “apa”?
Apa itu menjadi apa?
Apa? Apa? Apa?
Siapakah apa itu?
Kapankah suatu apa akan ber-apa?
Di manakah apa itu akan menjadi apa?
Bagaimanakah apa itu ada?
Berapa apa untuk menjadikan suatu apa itu apa?
Mengapa apa itu ber-apa?
Bagaimana bisa apa itu di-apa-kan?
Apa artinya apa?
Siapa itu apa yang di-apa-kan?
Kapan suatu apa di-apa-kan?
Bagaimana suatu apa di-apa-kan?
Apa ber-apa di-apa-kan?
Apa?
Apa?
Apa?
...
...
...
Apakah puisi ini?
Apa ini benar-benar puisi?
Apa arti dari puisi “apa” ini?
Kapankah arti dari “apa” ini menjadi apa?
Apa pula arti dari “apa”?
Apa itu menjadi apa?
Apa? Apa? Apa?
Mutiara Di Tengah Lumpur
Ku amat ingin mencari mutiara
Mutiara yang bersih tak ternoda
Amat polos dan jernih
Putih bagaikan salju
Cahayanya hangat bagaikan bidadari
Halus tanpa batas
Di perjalanan
Yang membutuhkan waktu seumur hidup ini
Telah kutemukan banyak mutiara
Namun janganlah engkau mengira
Mendapatkannya begitu mudah
Engkau harus berjuang mencarinya
Ia terkubur dalam lumpur yang pekat dan gelap
Yang tebal, yang dapat menyembunyikan segala sesuatu
Mutiara yg diidamkan, atau hanya lumpur yang lebih pekat
Seringkali kita menyerah
Mencari diantara dalamnya lumpur kotor itu
Mencari hingga hari berganti
Namun sang mutiara yang diidamkan
Tidak ditemui juga
Kadang juga kau berhasil menemukannya
Namun mutiara itu sangatlah kecil
Amat kecil dibandingkan segala lumpur yang kotor yang mengelilinginya dan mu
Hingga usahamu nampak sia-sia sajalah
Dan kau berhenti untuk mencarinya
Janganlah kau lakukan itu, kawan
Carilah mutiara itu hingga dapat
Yakinlah pada dirimu sendiri
Bahwa di setiap lumpur yang ada di dunia ini
Pastilah ada mutiara yang tersembunyi
Tak peduli seberapa kecil mutiara itu
Pastilah ada mutiara yang diidamkan itu
Karena kau sendiri pun tahu
Di tengah lumpur pekat dan gelap yang menyelubungi seluruh hatimu itu
Selalu ada mutiara
Yang putih bersih tak bernoda
Yang pasti dimiliki oleh setiap orang
Mutiara yang bersih tak ternoda
Amat polos dan jernih
Putih bagaikan salju
Cahayanya hangat bagaikan bidadari
Halus tanpa batas
Di perjalanan
Yang membutuhkan waktu seumur hidup ini
Telah kutemukan banyak mutiara
Namun janganlah engkau mengira
Mendapatkannya begitu mudah
Engkau harus berjuang mencarinya
Ia terkubur dalam lumpur yang pekat dan gelap
Yang tebal, yang dapat menyembunyikan segala sesuatu
Mutiara yg diidamkan, atau hanya lumpur yang lebih pekat
Seringkali kita menyerah
Mencari diantara dalamnya lumpur kotor itu
Mencari hingga hari berganti
Namun sang mutiara yang diidamkan
Tidak ditemui juga
Kadang juga kau berhasil menemukannya
Namun mutiara itu sangatlah kecil
Amat kecil dibandingkan segala lumpur yang kotor yang mengelilinginya dan mu
Hingga usahamu nampak sia-sia sajalah
Dan kau berhenti untuk mencarinya
Janganlah kau lakukan itu, kawan
Carilah mutiara itu hingga dapat
Yakinlah pada dirimu sendiri
Bahwa di setiap lumpur yang ada di dunia ini
Pastilah ada mutiara yang tersembunyi
Tak peduli seberapa kecil mutiara itu
Pastilah ada mutiara yang diidamkan itu
Karena kau sendiri pun tahu
Di tengah lumpur pekat dan gelap yang menyelubungi seluruh hatimu itu
Selalu ada mutiara
Yang putih bersih tak bernoda
Yang pasti dimiliki oleh setiap orang
Subscribe to:
Posts (Atom)
