Di dunia ini
Anak-anak belajar di sekolah
Dari pagi hingga petang
Layaknya dewasa yang sudah bekerja
Mereka belajar matematika
Menghitung keliling, luas, dan volume
Mereka belajar bahasa Inggris
Menghapal grammar dan vocabulary
Mereka juga belajar kesenian
Menggambar batik dan membuat patung
Namun tak ada yang mempelajari
Bagaimana bersikap sopan santun
Berbuat baiklah kepada teman-temanmu
Jangan mendendam terhadap orang lain
Jujurlah kepada orang tuamu
Jujurlah kepada diri sendiri
Jangan mengambil hak orang lain
Walaupun hal itu diajarkan di semua sekolah
Di dalam semua ajaran agama dan adat istiadat
Namun
Apa banyak yang melaksanakannya?
Kita tak bisa mengatakan
Bahwa aku selalu berbuat baik
Bahwa aku selalu jujur atau berusaha jujur
Bahwa aku selalu bersikap sopan
Bahwa aku tidak pernah mencuri
Lihat saja nanti buktinya
Pada saat kita meninggal dunia
Apakah pintu surga terbuka bagiku?
Showing posts with label Philosophical. Show all posts
Showing posts with label Philosophical. Show all posts
Tuesday, September 21, 2010
Keindahan yang Terlupakan
Engkau dimanfaatkan oleh siapa saja
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Sunday, September 5, 2010
Putih
Putih
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Diriku Bukan Diriku
Aku tersenyum
Meski diriku bersedih
Aku tertawa
Meski diriku menangis
Aku mendengar
Meski diriku berkata
Aku memuji
Meksi diriku memaki
Aku memberi
Meski diriku meminta
Aku diam
Meski diriku berteriak
Inilah diriku
Namun yang diinginkan orang lain
Inlaih diriku
Namun bukan yang sesungguhnya
Inilaih diriku
Namun bukan yang kuinginkan
Inlah diriku
Namun bersembunyi di balik topeng
Inilah diriku
Namun bukan diriku
Siapa aku?
Meski diriku bersedih
Aku tertawa
Meski diriku menangis
Aku mendengar
Meski diriku berkata
Aku memuji
Meksi diriku memaki
Aku memberi
Meski diriku meminta
Aku diam
Meski diriku berteriak
Inilah diriku
Namun yang diinginkan orang lain
Inlaih diriku
Namun bukan yang sesungguhnya
Inilaih diriku
Namun bukan yang kuinginkan
Inlah diriku
Namun bersembunyi di balik topeng
Inilah diriku
Namun bukan diriku
Siapa aku?
Tuesday, July 20, 2010
Teman Bukan Sahabat
Teman
Ialah orang yang kita kenal
Yang kita ketahui wajahnya
Yang melakukan sesuatu bersama kita
Yang sekedar menjadi pelengkap di hidup kita
Tak lebih dari itu
Lain lagi dengan sahabat
Ia adalah teman
Namun bukan hanya sekedar teman saja
Ia adalah teman
Yang kita kenal amat dekat
Yang dapat dipercaya
Yang bisa kita andalkan
Yang kita rela berkorban deminya
Yang rela berkorban demi kita
Yang kita cintai
Yang membawa kebahagiaan
Yang menjadi pembentuk diri kita
Yang dapat mengerti kita
Yang mendengarkan dan merasakan apa yang kita rasakan
Yang merupakan peran utama selain kita sendiri
Pertemanan hanya sementara
Hanya hingga waktu memisahkan
Hanya hingga tujuan tercapai
Namun
Persahabatan takkan berakhir selamanya
Meski waktu memisahkan, persahabatan takkan hilang
Meski tujuan telah tercapai, persahabatan akan semakin erat
Itulah indahnya persahabatan, kawan
Sahabat tak mudah dicari
Sedang teman tak berhingga banyaknya
Jagalah persahabatan yang telah kau miliki sebaik mungkin
Tiada yang dapat menggantikan indahnya persahabatan
Karena persahabatan akan kekal abadi
Selamanya
Friday, April 24, 2009
Apa
Apakah apa itu?
Siapakah apa itu?
Kapankah suatu apa akan ber-apa?
Di manakah apa itu akan menjadi apa?
Bagaimanakah apa itu ada?
Berapa apa untuk menjadikan suatu apa itu apa?
Mengapa apa itu ber-apa?
Bagaimana bisa apa itu di-apa-kan?
Apa artinya apa?
Siapa itu apa yang di-apa-kan?
Kapan suatu apa di-apa-kan?
Bagaimana suatu apa di-apa-kan?
Apa ber-apa di-apa-kan?
Apa?
Apa?
Apa?
...
...
...
Apakah puisi ini?
Apa ini benar-benar puisi?
Apa arti dari puisi “apa” ini?
Kapankah arti dari “apa” ini menjadi apa?
Apa pula arti dari “apa”?
Apa itu menjadi apa?
Apa? Apa? Apa?
Siapakah apa itu?
Kapankah suatu apa akan ber-apa?
Di manakah apa itu akan menjadi apa?
Bagaimanakah apa itu ada?
Berapa apa untuk menjadikan suatu apa itu apa?
Mengapa apa itu ber-apa?
Bagaimana bisa apa itu di-apa-kan?
Apa artinya apa?
Siapa itu apa yang di-apa-kan?
Kapan suatu apa di-apa-kan?
Bagaimana suatu apa di-apa-kan?
Apa ber-apa di-apa-kan?
Apa?
Apa?
Apa?
...
...
...
Apakah puisi ini?
Apa ini benar-benar puisi?
Apa arti dari puisi “apa” ini?
Kapankah arti dari “apa” ini menjadi apa?
Apa pula arti dari “apa”?
Apa itu menjadi apa?
Apa? Apa? Apa?
Mutiara Di Tengah Lumpur
Ku amat ingin mencari mutiara
Mutiara yang bersih tak ternoda
Amat polos dan jernih
Putih bagaikan salju
Cahayanya hangat bagaikan bidadari
Halus tanpa batas
Di perjalanan
Yang membutuhkan waktu seumur hidup ini
Telah kutemukan banyak mutiara
Namun janganlah engkau mengira
Mendapatkannya begitu mudah
Engkau harus berjuang mencarinya
Ia terkubur dalam lumpur yang pekat dan gelap
Yang tebal, yang dapat menyembunyikan segala sesuatu
Mutiara yg diidamkan, atau hanya lumpur yang lebih pekat
Seringkali kita menyerah
Mencari diantara dalamnya lumpur kotor itu
Mencari hingga hari berganti
Namun sang mutiara yang diidamkan
Tidak ditemui juga
Kadang juga kau berhasil menemukannya
Namun mutiara itu sangatlah kecil
Amat kecil dibandingkan segala lumpur yang kotor yang mengelilinginya dan mu
Hingga usahamu nampak sia-sia sajalah
Dan kau berhenti untuk mencarinya
Janganlah kau lakukan itu, kawan
Carilah mutiara itu hingga dapat
Yakinlah pada dirimu sendiri
Bahwa di setiap lumpur yang ada di dunia ini
Pastilah ada mutiara yang tersembunyi
Tak peduli seberapa kecil mutiara itu
Pastilah ada mutiara yang diidamkan itu
Karena kau sendiri pun tahu
Di tengah lumpur pekat dan gelap yang menyelubungi seluruh hatimu itu
Selalu ada mutiara
Yang putih bersih tak bernoda
Yang pasti dimiliki oleh setiap orang
Mutiara yang bersih tak ternoda
Amat polos dan jernih
Putih bagaikan salju
Cahayanya hangat bagaikan bidadari
Halus tanpa batas
Di perjalanan
Yang membutuhkan waktu seumur hidup ini
Telah kutemukan banyak mutiara
Namun janganlah engkau mengira
Mendapatkannya begitu mudah
Engkau harus berjuang mencarinya
Ia terkubur dalam lumpur yang pekat dan gelap
Yang tebal, yang dapat menyembunyikan segala sesuatu
Mutiara yg diidamkan, atau hanya lumpur yang lebih pekat
Seringkali kita menyerah
Mencari diantara dalamnya lumpur kotor itu
Mencari hingga hari berganti
Namun sang mutiara yang diidamkan
Tidak ditemui juga
Kadang juga kau berhasil menemukannya
Namun mutiara itu sangatlah kecil
Amat kecil dibandingkan segala lumpur yang kotor yang mengelilinginya dan mu
Hingga usahamu nampak sia-sia sajalah
Dan kau berhenti untuk mencarinya
Janganlah kau lakukan itu, kawan
Carilah mutiara itu hingga dapat
Yakinlah pada dirimu sendiri
Bahwa di setiap lumpur yang ada di dunia ini
Pastilah ada mutiara yang tersembunyi
Tak peduli seberapa kecil mutiara itu
Pastilah ada mutiara yang diidamkan itu
Karena kau sendiri pun tahu
Di tengah lumpur pekat dan gelap yang menyelubungi seluruh hatimu itu
Selalu ada mutiara
Yang putih bersih tak bernoda
Yang pasti dimiliki oleh setiap orang
Subscribe to:
Posts (Atom)
