Monday, October 4, 2010

Sajak Ulangan Blok Terakhir : Hari II

Ku bertanya
Apa aku bisa?
Menghadapi tantangan yang berikutnya
Apa aku bisa?

Pasti bisa, kuyakinkan diri
Segala yang ada di dunia ini
Tak ada yang pasti!
Harus dicoba dulu dan yakin pada diri sendiri

Jam demi jam berganti
Sebuah kumpulan pikiran belum juga terlewati
Masih ada 2 bongkah lagi
Namun ada dering yang mengintervensi

Seorang teman pun bertanya
Kurasa dia hanya tak ada kerjaan saja
Segala hal yang disangsikan olehnya
Seharusnya jelas sekali jika ia memberi atensi dan membaca

1 bagian telah berlalu
2 lagi menanti sambil berseru,
"Kau lebih mengenal kami di masa lalu,
seharusnya jangan ia, kami dahulu."

Baiklah, aku pun mengalah
Memang waktunya juga, ku berdesah
Akan kuperhatikan kau, ya sudah
Lagipula mengujiku dengan baik, kau telah

Memanglah benar
Apa yang tersisa masih di pikiranku, mereka bersinar
Dalam sekejap habislah waktu yang kutakar
Aku tidak tahan, jatuhlah ku jadi tak sadar

Saat ia menguji
Ku merasa yakin dan pasti
Ya sudahlah, yakinku dalam hati
Sepertinya ku bisa, syukurku pada Tuhan sekali lagi

Selesainya waktu
Para sahabat mencemooh karena menunggu
Siapa suruh, kataku sambil lalu
Ini diriku, dan ini urusanku!

Para teman pun bertukar pikiran bersama
Ku menyadari suatu yang tidak sama
Sudahlah, diriku berkata
Lebih baik pergi daripada ketidakyakinanku membara

Mungkin keganjilan ada pada yang satu
Menerka akan kehilangan kata-kata pada yang lalu
Hatiku menyesal, lidahku kelu
Semoga Bu Puji mengampuni yang kuperbuat pada yang satu itu

Sajak Ulangan Blok Terakhir : Hari I

Inilah saatnya
Penentuan segalanya
Tantangan untuk semua
3 bulan berganti tengahi satu masa

Senjata kotak abu-abu kusiapkan
Siap untuk diaktifkan
Mengubah segala bentuk pecahan dan serpihan
Mungkin jadi indah bagai akar pada tumbuhan

Tiba saat aku kan teruji
Kuperhatikan satu demi satu apa dihadapanku kini
Kutorehkan angka demi huruf dengan pasti
Penuh perhitungan dan strategi

Aku merasa bingung
Pikiranku pun tiba-tiba kosong
Tenang, aku harus merasa tenang
Inspirasi datang, aku pun merasa senang

Dingin, dingin sekali
Rasanya jadi hilang konsentrasi
Tiba-tiba dentang lonceng berbunyi
Jantung pun berdebar tak henti

Kupasrahkan saja, relakan
Segala unsur dan bagian
Segala air dan jembatan garam asin
Ku percaya pada ke"baik"an Bu Wiwik dan Pak Hen