Jakarta
Kota yang terkenal akan perjuangannya
Mulai dari perjuangan meraih kemerdekaan
Sampai perjuangan untuk mendapat sesuap nasi
Engkau memang dibanggakan
Sebagai kota tempat proklamasi kemerdekaan dikumandangkan
Namun engkau juga tak diinginkan
Sebagai kota di mana kita bisa menjual diri
Hanya untuk sesuap nasi
Jakarta
Kota yang terkenal dengan tempat wisatanya
Mulai dari Monas, sang api abadi
Sampai pinggir Kali Ciliwung, di mana rumah kumuh bertebaran
Engkau memang dielukan
Dengan Monas yang melambangkan
Perjuangan rakyatnya yang tak pernah padam
Namun engkau juga dijatuhkan
Dengan rumah-rumah kumuh yang melambangkan
Kurangnya perhatian bagi rakyat papa
Jakarta
Engkau memang dipenuhi dengan berbagai sisi terang
Namun di mana ada terang pastilah ada gelap
Maka agar keinginanmu tercapai
Yaitu menjadi kota yang sederajat dengan kota-kota besar di dunia
Dan berpenduduk yang makmur merata
Tingkatkanlah sisi terangmu dan hapuslah sisi gelapmu
Agar menjadi Jakarta tercinta yang penuh dengan kebanggaan
Tuesday, September 21, 2010
Kupu-Kupu
Kupu-kupu
Engkau terbang ke sana kemari
Warnamu elok indah berseri
Menari-nari di sekitar bunga melati
Sangat indah membuat senang hati
Kupu-kupu
Dengan ayunan sayapmu saat menari
Engkau temani diriku yang sepi
Engkau hibur diriku yang sedih
Engkau padamkan dendam dan benci
Lalu aku bangkit berdiri
Kembali mengikuti langkah kaki ini
Untuk menghadapi ceritaku di dunia ini
Engkau terbang ke sana kemari
Warnamu elok indah berseri
Menari-nari di sekitar bunga melati
Sangat indah membuat senang hati
Kupu-kupu
Dengan ayunan sayapmu saat menari
Engkau temani diriku yang sepi
Engkau hibur diriku yang sedih
Engkau padamkan dendam dan benci
Lalu aku bangkit berdiri
Kembali mengikuti langkah kaki ini
Untuk menghadapi ceritaku di dunia ini
Syukurilah Hidup
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Andai saja kita di sana
Bersama pengemis pemulung di jalan raya
Hidup yang sangat sederhana
Tak tahu ada makanan atau tiada
Tak tahu bisa tidur di mana
Kalaupun ada gubuk di sana
Cepat lambat pasti ‘kan digusur juga
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur pada-Nya
Andai saja kita termasuk mereka
Bersama penyandang cacat di luar sana
Dengan kekurangan di panca indera atau lumpuh papa
Tak bisa berjalan dan pergi ke berbagai benua
Tak bisa melihat seluruh isi dunia
Tak bisa mendengar kicauan burung yang indah
Yang bisa mereka lakukan hanyalah
Berharap dan pasrah kepada Yang Maha Esa
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur kepada-Nya
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Andai saja kita di sana
Bersama pengemis pemulung di jalan raya
Hidup yang sangat sederhana
Tak tahu ada makanan atau tiada
Tak tahu bisa tidur di mana
Kalaupun ada gubuk di sana
Cepat lambat pasti ‘kan digusur juga
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur pada-Nya
Andai saja kita termasuk mereka
Bersama penyandang cacat di luar sana
Dengan kekurangan di panca indera atau lumpuh papa
Tak bisa berjalan dan pergi ke berbagai benua
Tak bisa melihat seluruh isi dunia
Tak bisa mendengar kicauan burung yang indah
Yang bisa mereka lakukan hanyalah
Berharap dan pasrah kepada Yang Maha Esa
Dengan kehidupan seperti mereka
Pastilah sulit bersyukur kepada-Nya
Betapa indah hidup kita
Pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa
Kita bisa hidup dengan teman dan keluarga
Hidup bahagia senantiasa
Pintu Surga
Di dunia ini
Anak-anak belajar di sekolah
Dari pagi hingga petang
Layaknya dewasa yang sudah bekerja
Mereka belajar matematika
Menghitung keliling, luas, dan volume
Mereka belajar bahasa Inggris
Menghapal grammar dan vocabulary
Mereka juga belajar kesenian
Menggambar batik dan membuat patung
Namun tak ada yang mempelajari
Bagaimana bersikap sopan santun
Berbuat baiklah kepada teman-temanmu
Jangan mendendam terhadap orang lain
Jujurlah kepada orang tuamu
Jujurlah kepada diri sendiri
Jangan mengambil hak orang lain
Walaupun hal itu diajarkan di semua sekolah
Di dalam semua ajaran agama dan adat istiadat
Namun
Apa banyak yang melaksanakannya?
Kita tak bisa mengatakan
Bahwa aku selalu berbuat baik
Bahwa aku selalu jujur atau berusaha jujur
Bahwa aku selalu bersikap sopan
Bahwa aku tidak pernah mencuri
Lihat saja nanti buktinya
Pada saat kita meninggal dunia
Apakah pintu surga terbuka bagiku?
Anak-anak belajar di sekolah
Dari pagi hingga petang
Layaknya dewasa yang sudah bekerja
Mereka belajar matematika
Menghitung keliling, luas, dan volume
Mereka belajar bahasa Inggris
Menghapal grammar dan vocabulary
Mereka juga belajar kesenian
Menggambar batik dan membuat patung
Namun tak ada yang mempelajari
Bagaimana bersikap sopan santun
Berbuat baiklah kepada teman-temanmu
Jangan mendendam terhadap orang lain
Jujurlah kepada orang tuamu
Jujurlah kepada diri sendiri
Jangan mengambil hak orang lain
Walaupun hal itu diajarkan di semua sekolah
Di dalam semua ajaran agama dan adat istiadat
Namun
Apa banyak yang melaksanakannya?
Kita tak bisa mengatakan
Bahwa aku selalu berbuat baik
Bahwa aku selalu jujur atau berusaha jujur
Bahwa aku selalu bersikap sopan
Bahwa aku tidak pernah mencuri
Lihat saja nanti buktinya
Pada saat kita meninggal dunia
Apakah pintu surga terbuka bagiku?
Keindahan yang Terlupakan
Engkau dimanfaatkan oleh siapa saja
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Engkau tersebar di seluruh dunia
Tetapi siapa yang peduli?
Hanyalah sebagian dari mereka
Hanyalah pada saat engkau dibutuhkan
Dan setelah itu
Tiada lagi yang memperdulikan
Siapa yang mau memperhatikan
Dirimu yang dianggap kotor
Dirimu yang dianggap najis
Padahal mereka menggunakanmu
Sadar maupun tidak
Mereka tetap membutuhkanmu
Namun engkau tetap setia
Menunggu dan menanti
Bagi mereka yang membutuhkanmu
Walau setelah itu kau dilupakan
Betapa besar pengorbananmu kepada dunia
Tanpamu dunia akan kehilangan kenyamanan
Tanpamu dunia akan kehilangan identitas
Namun ada juga yang tak menyadarinya
Mereka tetap tak menggunakanmu
Meskipun engkau telah merelakan diri
Meskipun engkau telah diremehkan berulang kali
Tetap tanpa refleksi diri
Mereka tak tahu akibatnya nanti
Sabar, sabarlah engkau
Tabah, tabahlah engkau
Pada akhirnya nanti
Engkau akan diingat lagi
Segera setelah mereka menyadari
Bahwa mereka membutuhkan dirimu
Namun mereka sadar ataupun tidak
Engkau memang selalu setia
Apakah engkau kembali dikhianati atau tidak
Engkau memang akan tetap setia
Tempat Sejuta Rasa
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Dimulai dari yang ada
Tiada lalu 'kan ada lagi
Dimulai dari yang ada
Keingintahuan yang menggelitik dada
Kekhawatiran akan kehidupan lain yang baru
Sudah waktunya membuka diri sendiri
Saat ikatan terjalin
Terburu-buru akan kewajiban yang pasti
Kemalasan menunggu hingga akhir masa
Ikatan sederhana hidup namun berakhir sesat
Penguasa pun menuntut hidup
Memandang satu tujuan untuk satu waktu
Ketenangan sementara memeluk rasa
Panik menerjang setelah kepercayaan diri tiada
Setelah penguasa tenung
Kembali pada ketidakpastian yang hadir
Raja-ratu kembali berani
Merenggut ketenangan yang mungkin hanya sekali
Di akhir waktu
Penguasa kembali meminta upeti
Kepasrahan akan sesuatu yang harus terjadi
Diterima lewat takkan pernah kembali
Sesuatu ada berakhir tak ada?
Entah naik mendekat singgasana
Atau diam tangis menanti nasib
Masa depan telah tampak atau kosong hampa
Apa yang ada memang kan berakhir
Takkan berhenti
Akan ada lagi kehadiran yang tak tersentuh
Mengisi kekosongan yang tercipta
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Sesuatu yang ada akan hilang
Namun yang hilang kan terisi kembali
Tempat sejuta rasa
Dimulai dari yang ada
Tiada lalu 'kan ada lagi
Dimulai dari yang ada
Keingintahuan yang menggelitik dada
Kekhawatiran akan kehidupan lain yang baru
Sudah waktunya membuka diri sendiri
Saat ikatan terjalin
Terburu-buru akan kewajiban yang pasti
Kemalasan menunggu hingga akhir masa
Ikatan sederhana hidup namun berakhir sesat
Penguasa pun menuntut hidup
Memandang satu tujuan untuk satu waktu
Ketenangan sementara memeluk rasa
Panik menerjang setelah kepercayaan diri tiada
Setelah penguasa tenung
Kembali pada ketidakpastian yang hadir
Raja-ratu kembali berani
Merenggut ketenangan yang mungkin hanya sekali
Di akhir waktu
Penguasa kembali meminta upeti
Kepasrahan akan sesuatu yang harus terjadi
Diterima lewat takkan pernah kembali
Sesuatu ada berakhir tak ada?
Entah naik mendekat singgasana
Atau diam tangis menanti nasib
Masa depan telah tampak atau kosong hampa
Apa yang ada memang kan berakhir
Takkan berhenti
Akan ada lagi kehadiran yang tak tersentuh
Mengisi kekosongan yang tercipta
Tempat ini
Tempat sejuta rasa
Sesuatu yang ada akan hilang
Namun yang hilang kan terisi kembali
Sunday, September 5, 2010
Putih
Putih
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Warna yang bersih
Warna yang suci
Warna yang polos
Warna yang jujur
Warna yang indah
Warna yang tulus
Warna yang tenang
Engkaulah inspirasiku
Ingin hatiku bersih sepertimu
Ingin pikiranku suci sepertimu
Ingin hidupku polos sepertimu
Ingin kataku jujur sepertimu
Ingin ragaku indah sepertimu
Ingin niatku tulus sepertimu
Ingin lakuku tenang sepertimu
Ah, putih, ingin diriku sepertimu
Gloom
Gloomy
Oh so gloomy this life
Watching all these little tiny things
Studying them
Doing the oh-so-incredible things
Yeah, yeah
I need you in my life
Let's work together to control my body
But you don't study about my whole body,
So I don't have to study you, right?
Gloomy
Sleepy
Oh, please.
Oh so gloomy this life
Watching all these little tiny things
Studying them
Doing the oh-so-incredible things
Yeah, yeah
I need you in my life
Let's work together to control my body
But you don't study about my whole body,
So I don't have to study you, right?
Gloomy
Sleepy
Oh, please.
Kisah Sebuah Benih
Di mana ini?
Begitu gelap
Dingin
sempit
Aku ingin keluar
Aku ingin menjadi lebih besar
Ingin kujejakkan kakiku dengan teguh
Akan kugunakan segala kekuatan
Untuk keluar dari sini
Ah!
Akhirnya aku dapat keluar!
Sungguh lega berada di luar
Udara begitu segar
Begitu hangat
Aku yakin akan dapat bertumbuh besar
Besar
Dan semakin besar hingga nanti
Ah...
Kini tubuhku telah kuat
Tanganku menjulang dengan perkasa
Kakiku teguh memeluk tanah
Ingin rasanya aku menyimpan
Segala rasa syukurku ini
Dalam bentuk yang indah
Dalam bentuk yang mungkin berguna bagi yang lain
Aku akan berbuah
Banyak dan banyak
Sehingga mereka pun senang
Aku akan hidup selama-lamanya.
Begitu gelap
Dingin
sempit
Aku ingin keluar
Aku ingin menjadi lebih besar
Ingin kujejakkan kakiku dengan teguh
Akan kugunakan segala kekuatan
Untuk keluar dari sini
Ah!
Akhirnya aku dapat keluar!
Sungguh lega berada di luar
Udara begitu segar
Begitu hangat
Aku yakin akan dapat bertumbuh besar
Besar
Dan semakin besar hingga nanti
Ah...
Kini tubuhku telah kuat
Tanganku menjulang dengan perkasa
Kakiku teguh memeluk tanah
Ingin rasanya aku menyimpan
Segala rasa syukurku ini
Dalam bentuk yang indah
Dalam bentuk yang mungkin berguna bagi yang lain
Aku akan berbuah
Banyak dan banyak
Sehingga mereka pun senang
Aku akan hidup selama-lamanya.
Diriku Bukan Diriku
Aku tersenyum
Meski diriku bersedih
Aku tertawa
Meski diriku menangis
Aku mendengar
Meski diriku berkata
Aku memuji
Meksi diriku memaki
Aku memberi
Meski diriku meminta
Aku diam
Meski diriku berteriak
Inilah diriku
Namun yang diinginkan orang lain
Inlaih diriku
Namun bukan yang sesungguhnya
Inilaih diriku
Namun bukan yang kuinginkan
Inlah diriku
Namun bersembunyi di balik topeng
Inilah diriku
Namun bukan diriku
Siapa aku?
Meski diriku bersedih
Aku tertawa
Meski diriku menangis
Aku mendengar
Meski diriku berkata
Aku memuji
Meksi diriku memaki
Aku memberi
Meski diriku meminta
Aku diam
Meski diriku berteriak
Inilah diriku
Namun yang diinginkan orang lain
Inlaih diriku
Namun bukan yang sesungguhnya
Inilaih diriku
Namun bukan yang kuinginkan
Inlah diriku
Namun bersembunyi di balik topeng
Inilah diriku
Namun bukan diriku
Siapa aku?
Cinta Obsesif (Cinta Pada KAPITAL)
Ke manakah engkau pergi, wahai kasihku?
Untukmu, akan kulakukan segala hal!
Cintaku ini takkan mudah dipadamkan
Ini adalah hal terindah, yang pernah terjadi dalam hidupku!
Nada-nada harmonis terlantun dari hatiku
Tersimpan di batin terdalam
Alangkah damai hatiku rasanya bila mengenangmu
Mati pun aku rela, jika dapat membuatmu tak pergi dariku
Aku tak bisa menjalani hidup ini tanpamu!
Temanilah aku sepanjang hidupku
Harapanku selalu setia bersamamu, wahai kasihku!
Hati ini tak tenang jadinya
Inti hidupku kosong jika tiada dirimu
Janganlah engkau pergi, tetaplah di sini
Aral melintang, segala hal pun tak dapat kulakukan tanpamu
Usai hidupku, tanpa keberadaan hatimu!
Untukmu, akan kulakukan segala hal!
Cintaku ini takkan mudah dipadamkan
Ini adalah hal terindah, yang pernah terjadi dalam hidupku!
Nada-nada harmonis terlantun dari hatiku
Tersimpan di batin terdalam
Alangkah damai hatiku rasanya bila mengenangmu
Mati pun aku rela, jika dapat membuatmu tak pergi dariku
Aku tak bisa menjalani hidup ini tanpamu!
Temanilah aku sepanjang hidupku
Harapanku selalu setia bersamamu, wahai kasihku!
Hati ini tak tenang jadinya
Inti hidupku kosong jika tiada dirimu
Janganlah engkau pergi, tetaplah di sini
Aral melintang, segala hal pun tak dapat kulakukan tanpamu
Usai hidupku, tanpa keberadaan hatimu!
Subscribe to:
Posts (Atom)
