Sunday, September 5, 2010

Cinta Obsesif (Cinta Pada KAPITAL)

Ke manakah engkau pergi, wahai kasihku?
Untukmu, akan kulakukan segala hal!

Cintaku ini takkan mudah dipadamkan
Ini adalah hal terindah, yang pernah terjadi dalam hidupku!
Nada-nada harmonis terlantun dari hatiku
Tersimpan di batin terdalam
Alangkah damai hatiku rasanya bila mengenangmu

Mati pun aku rela, jika dapat membuatmu tak pergi dariku
Aku tak bisa menjalani hidup ini tanpamu!
Temanilah aku sepanjang hidupku
Harapanku selalu setia bersamamu, wahai kasihku!

Hati ini tak tenang jadinya
Inti hidupku kosong jika tiada dirimu
Janganlah engkau pergi, tetaplah di sini
Aral melintang, segala hal pun tak dapat kulakukan tanpamu
Usai hidupku, tanpa keberadaan hatimu!

Tuesday, July 20, 2010

Teman Bukan Sahabat

Teman
Ialah orang yang kita kenal
Yang kita ketahui wajahnya
Yang melakukan sesuatu bersama kita
Yang sekedar menjadi pelengkap di hidup kita
Tak lebih dari itu

Lain lagi dengan sahabat
Ia adalah teman
Namun bukan hanya sekedar teman saja
Ia adalah teman
Yang kita kenal amat dekat
Yang dapat dipercaya
Yang bisa kita andalkan
Yang kita rela berkorban deminya
Yang rela berkorban demi kita
Yang kita cintai
Yang membawa kebahagiaan
Yang menjadi pembentuk diri kita
Yang dapat mengerti kita
Yang mendengarkan dan merasakan apa yang kita rasakan
Yang merupakan peran utama selain kita sendiri

Pertemanan hanya sementara
Hanya hingga waktu memisahkan
Hanya hingga tujuan tercapai
Namun
Persahabatan takkan berakhir selamanya
Meski waktu memisahkan, persahabatan takkan hilang
Meski tujuan telah tercapai, persahabatan akan semakin erat

Itulah indahnya persahabatan, kawan
Sahabat tak mudah dicari
Sedang teman tak berhingga banyaknya
Jagalah persahabatan yang telah kau miliki sebaik mungkin
Tiada yang dapat menggantikan indahnya persahabatan
Karena persahabatan akan kekal abadi
Selamanya

Monday, July 19, 2010

Sengsara Sebelum Mati

Aah...
Tiada kah yang dapat kuperbuat
Untuk mengubah nasibku ini?
Tinggal ku sendiri
Di atas ranjang ini...
Dosa apakah yang telah kuperbuat?

Hidup memang kejam
Seumur hidupku ku tlah banyak berbuat baik
Keluarga kuhidupi
Yatim piatu kusantuni
Tiada pernah ku melawan orangtua
Pula menyakiti hati yang lain
Namun kini ku berakhir di sini
Sendiri

Sungguh sakit hati ini
Yang kuminta hanyalah doa
Yang kuingin hanyalah perhatian yang tak banyak
Tapi lihat apa yang kudapat?
Tidak ada

Aah...
Rasanya akhirku sudah dekat
Sedikit lagi ku kan menemui Yang Esa
Akhirnya kesendirian ini habis sudah
Sungguh sengsara rasanya
Sebentar lagi ku takkan sendiri lagi
Di atas sana...
Aah...

Saturday, July 17, 2010

Kenyamanan yang Memabukkan (Melangkah Maju)

Kini ku masih berjalan
Sudah tak tahu berapa lama ku telah berjalan
Namun kunikmati penuh perjalanan ini
Perjalanan yang membentuk diriku ini
Kurasakan, dan benar kunikmati
Betapa nyaman perjalanan ini

Tiba-tiba, perjalanan semakin berat
Tujuannya sudahkah semakin dekat?
Kutengok lagi ke belakang
Betapa nyaman jalan yang telah kutempuh
Namun kini tak lagi demikian
Haruskah aku menyerah?

Tidak
Tidak, kukatakan pada diri sendiri
Angin semilir mengundangku untuk terus melangkah
Pun burung menyanyikan lagu demiku
Aku harus terus melangkah
Kurasakan, tujuan sudah di depan sana
Tidak mau aku kalah oleh halangan kecil
Tidak mau aku menyerah dari sebuah tantangan
Tidak mau aku mabuk oleh rasa nyaman

Ku akan terus melangkah
Terus, terus melangkah
Tidak tahu kapan kan berakhir
Namun ku kan terus melangkah maju

Wednesday, July 14, 2010

Bosan

Bosan aku jadinya
Mengerjakan semua yang bisa kukerjakan
Bosan aku jadinya
Mengetahui hal yang sudah pasti
Bosan aku jadinya
Melihat hal yang sama saja
Bosan aku jadinya
Hampa jadinya
Hidupku
Bosan
Se
ka
li
.

Friday, April 24, 2009

Sendiri Bersama Rintik Hujan

Ku duduk sendiri
Di sisi dunia ini
Kini aku duduk sendiri
Merenungi dunia ini
Di sini aku duduk sendiri
Ku melihat keluar sana
Ketika ku duduk sendiri
Kupandangi rintik hujan di luar sana
Sendiri
Duduk sendiri
Aku duduk sendiri

Mengapa aku hanya sendiri?
Tiada teman, tiada keluarga
Ku kini hidup sebatang kara!
Bahkan hujan kau beri teman hujan yang lain
Namun diriku tak kau beri teman satupun
Hanya hujan meneteskan air mata demiku

Hujan
Kau satu-satunya teman bagiku
Kini, di sini
Aku sendiri
Ku duduk sendiri
Di sisi dunia ini
Merenungi dunia ini
Ku melihat keluar sana
Ya, aku tahu
Kini aku duduk sendiri
Kupandangi rintik hujan di luar sana
Ku duduk sendiri bersama rintik hujan

Apa

Apakah apa itu?
Siapakah apa itu?
Kapankah suatu apa akan ber-apa?
Di manakah apa itu akan menjadi apa?
Bagaimanakah apa itu ada?
Berapa apa untuk menjadikan suatu apa itu apa?
Mengapa apa itu ber-apa?
Bagaimana bisa apa itu di-apa-kan?
Apa artinya apa?
Siapa itu apa yang di-apa-kan?
Kapan suatu apa di-apa-kan?
Bagaimana suatu apa di-apa-kan?
Apa ber-apa di-apa-kan?
Apa?
Apa?
Apa?
...
...
...
Apakah puisi ini?
Apa ini benar-benar puisi?
Apa arti dari puisi “apa” ini?
Kapankah arti dari “apa” ini menjadi apa?
Apa pula arti dari “apa”?
Apa itu menjadi apa?
Apa? Apa? Apa?

Mutiara Di Tengah Lumpur

Ku amat ingin mencari mutiara
Mutiara yang bersih tak ternoda
Amat polos dan jernih
Putih bagaikan salju
Cahayanya hangat bagaikan bidadari
Halus tanpa batas

Di perjalanan
Yang membutuhkan waktu seumur hidup ini
Telah kutemukan banyak mutiara
Namun janganlah engkau mengira
Mendapatkannya begitu mudah
Engkau harus berjuang mencarinya
Ia terkubur dalam lumpur yang pekat dan gelap
Yang tebal, yang dapat menyembunyikan segala sesuatu
Mutiara yg diidamkan, atau hanya lumpur yang lebih pekat

Seringkali kita menyerah
Mencari diantara dalamnya lumpur kotor itu
Mencari hingga hari berganti
Namun sang mutiara yang diidamkan
Tidak ditemui juga
Kadang juga kau berhasil menemukannya
Namun mutiara itu sangatlah kecil
Amat kecil dibandingkan segala lumpur yang kotor yang mengelilinginya dan mu
Hingga usahamu nampak sia-sia sajalah
Dan kau berhenti untuk mencarinya

Janganlah kau lakukan itu, kawan
Carilah mutiara itu hingga dapat
Yakinlah pada dirimu sendiri
Bahwa di setiap lumpur yang ada di dunia ini
Pastilah ada mutiara yang tersembunyi
Tak peduli seberapa kecil mutiara itu
Pastilah ada mutiara yang diidamkan itu
Karena kau sendiri pun tahu
Di tengah lumpur pekat dan gelap yang menyelubungi seluruh hatimu itu
Selalu ada mutiara
Yang putih bersih tak bernoda
Yang pasti dimiliki oleh setiap orang

Friday, March 20, 2009

14 Paragraphs of Teachers or Friends

Here is my 14 paragraphs of 14 people around me
I'll reveal their uniqueness so that you can insight
Some grammar and rhymes may be sound silly,
But you know what I mean, right?

****************************************
A lot of pupils hate you
And people who like you are just a small part
You are known for your irrational "r" block question number 2
And you are nothing tall but you are short

He lives in Tiger Island, I can bet
So he likes to say "that", you can't blame
And to they who are in the class of 2nd alphabet
There is this guy who dance without shame

This kid likes English and Math
He's got a bad temper and likes to shout
He and I aim for the same path
To be a Math teacher, that's what we're all about

All collagues are your friends
And so are your students, they're friends for you
You like to talk about dimension
Would you like some ice with water, or steam too?

He likes music with do and mi and la
Debate is his natural skill, especially against who that in the paragraph number 1
And when he started to blah blah blah...
Someone would like to punch him, but only in their mind

To swamp crocodile, you have a rivalry
To explain to us, you have some stupid-ish examples
You know you won't get any money if you're angry...
So until now, you've been very patient to us...

Class A is what you like best somehow
You change from history to what you teach now
Your students often get marks that averagely low
Nineteenth alphabet is what you always talk anyhow

You always sit at the corner, but you like to chat
You like to doodle, that's what you do
Everyone know that you like a cat
No wonder why you have a kitteh glaring at you

You always keep a good manner, and taught it to the young ones
Not just that, you ordered them to sit perpendicularly
You says, "How come?" when you are conflicted with some things
You use the language that whole world now are using it generally

He has a brother, that is in this school too
He has just started to play Volley, that he has really excited about
He excels in Mandarin, when others don't find it do
But he likes to sleep, so by teachers he got angried a lot

You teach 2 kinds of lessons, no wonder you got some stress
We just know you in this school, coz you are a new teacher
Students underestimated you, so they talked a lot in the class
Walking with cavemen, that's what we did together

When it comes to health, you become very obsessed
No wonder that you are very healthy
You are over-cared to one that is obesed
I don't know why, but you looked kinda baldy...

You can be fun, but you also can be super angry
The lesson you teach, if compared to other lessons, is quite harder...
You have a small eyes, but you can see very clearly
You have the name that similar to 11-E if we write it in Roman number...

He "likes" AC, and likes to compare his "cool"ness
He also likes vegs, but only in your dream
He like social sciences, much better than science, of course
Maybe coz he's my bestfriend, so he always in my teams...

Monday, February 9, 2009

Puisi Cinta Logika Matematika

NB : Maaf kalo AGAK memaksa... Lagi tiba2 dapat inspirasi aja... :)

Dear sayangku,

Aku mencintaimu, dengan kuantor universal yang ada di diriku...
Ingin kubawakan, kuantor eksistensial dari bunga-bunga indah untukmu...
Dirimu, hanya pantas dikonjungsikan denganku sehingga kita bernilai kebenaran benar...
Dikonvers pun, tak apalah...
Tiada disjungsi lain yang pantas untukmu sayangku...

Janganlah kau pedulikan kalimat terbuka yang lain!
Atau jangan pernah kau pikirkan kemungkinan terjadinya kontraposisi, dan invers cinta kita!
Negasikanlah segala pernyataan yang tidak logis tentangku...
Semuanya itu, hanyalah kontradiksi!
Dari segala pernyataan logis yang ada...

Jika aku menyayangimu, maka engkau juga menyayangiku...
Janganlah biarkan pernyataan itu bernilai kebenaran salah, wahai sayangku...
Gunakan apapun yg engkau mau, baik itu Silogisme, Modus Ponens, dan Modus Tollens ...
Sehingga pernyataan cinta kita berdua, menjadi tautologi yang ekuivalen...

Kita hanya bisa berdua, untuk selamanya...
Jika dan hanya jika...
Engkau mau menerima cintaku...

Maukah engkau menerima cintaku?