NB : Maaf kalo AGAK memaksa... Lagi tiba2 dapat inspirasi aja... :)
Dear sayangku,
Aku mencintaimu, dengan kuantor universal yang ada di diriku...
Ingin kubawakan, kuantor eksistensial dari bunga-bunga indah untukmu...
Dirimu, hanya pantas dikonjungsikan denganku sehingga kita bernilai kebenaran benar...
Dikonvers pun, tak apalah...
Tiada disjungsi lain yang pantas untukmu sayangku...
Janganlah kau pedulikan kalimat terbuka yang lain!
Atau jangan pernah kau pikirkan kemungkinan terjadinya kontraposisi, dan invers cinta kita!
Negasikanlah segala pernyataan yang tidak logis tentangku...
Semuanya itu, hanyalah kontradiksi!
Dari segala pernyataan logis yang ada...
Jika aku menyayangimu, maka engkau juga menyayangiku...
Janganlah biarkan pernyataan itu bernilai kebenaran salah, wahai sayangku...
Gunakan apapun yg engkau mau, baik itu Silogisme, Modus Ponens, dan Modus Tollens ...
Sehingga pernyataan cinta kita berdua, menjadi tautologi yang ekuivalen...
Kita hanya bisa berdua, untuk selamanya...
Jika dan hanya jika...
Engkau mau menerima cintaku...
Maukah engkau menerima cintaku?
Monday, February 9, 2009
Tuesday, January 27, 2009
Bui Hatiku
Kini
Aku terpenjara di sini
Di dalam bui
Yang sungguh amat sempit
Di dalam diriku sendiri
Di sini
Aku bisa berteriak sekuat tenaga!
Meneriakkan kemauan diriku yang sebenarnya
Yang tak ingin dikekang orang lain
Diriku yang ingin bebas dari bui ini
Juga
Aku bisa menangisi diriku sendiri
Menyesali apa yang seharusnya terjadi
Yang seharusnya kulakukan dengan percaya diri
Yang seharusnya dilakukan diriku jika keluar dari bui
Pun
Aku bisa tertawa dan membanggakan diriku
Aku yang punya potensi ini
Tidak perlu kusakiti hati orang lain dengan kesombonganku ini
Yang selalu dilakukan diriku di dalam bui
Apa yang bisa kulakukan di dalam bui?
Hanyalah berteriak, menangis, dan berbangga diri?
Apa yang bisa dilihat dunia?
Hanyalah diri yang penuh kekosongan!
Diri yang tak punya keinginan sendiri
Diri yang tak punya kebebasan sendiri
Diri yang ditinggalkan oleh diri di dalam bui
Tunggulah, suatu hari nanti
Entah kapan
Ku kan pergi dari bui ini
Namun...
masih...
Suatu hari nanti?
Aku terpenjara di sini
Di dalam bui
Yang sungguh amat sempit
Di dalam diriku sendiri
Di sini
Aku bisa berteriak sekuat tenaga!
Meneriakkan kemauan diriku yang sebenarnya
Yang tak ingin dikekang orang lain
Diriku yang ingin bebas dari bui ini
Juga
Aku bisa menangisi diriku sendiri
Menyesali apa yang seharusnya terjadi
Yang seharusnya kulakukan dengan percaya diri
Yang seharusnya dilakukan diriku jika keluar dari bui
Pun
Aku bisa tertawa dan membanggakan diriku
Aku yang punya potensi ini
Tidak perlu kusakiti hati orang lain dengan kesombonganku ini
Yang selalu dilakukan diriku di dalam bui
Apa yang bisa kulakukan di dalam bui?
Hanyalah berteriak, menangis, dan berbangga diri?
Apa yang bisa dilihat dunia?
Hanyalah diri yang penuh kekosongan!
Diri yang tak punya keinginan sendiri
Diri yang tak punya kebebasan sendiri
Diri yang ditinggalkan oleh diri di dalam bui
Tunggulah, suatu hari nanti
Entah kapan
Ku kan pergi dari bui ini
Namun...
masih...
Suatu hari nanti?
Monday, December 15, 2008
Sulit Memilih (Ya Atau Tidak?)
Aku sedang bingung
Saat ini
Diriku dihadapkan pada sebuah pertanyaan
Yang jawabannya sangat berlawanan satu sama lain
Antara ya dan tidak
Menyangkut diriku sendiri di masa mendatang
Aku bingung...
Haruskah kujawab ya?
Aku ingin mencoba mengalami
Suatu peran yang cukup penting di sekolah
Ku ingin melatih
Keberanianku yang kurang
Namun
Bila ku jadi memilihnya
Dan aku terpilih
Ku takut akan waktu yang kan terpakai tuk hal itu
Masih sempatkah diriku
Menunaikan kewajibanku sebagai pelajar
Dan memenuhi harapan orangtua?
Orangtua berkata tidak perlu
Sahabat berkata tidak usah
Namun
Kata hatiku berkata ya, ikuti saja
Mana yang harus kupilih?
Ya atau tidak?
Saat ini
Diriku dihadapkan pada sebuah pertanyaan
Yang jawabannya sangat berlawanan satu sama lain
Antara ya dan tidak
Menyangkut diriku sendiri di masa mendatang
Aku bingung...
Haruskah kujawab ya?
Aku ingin mencoba mengalami
Suatu peran yang cukup penting di sekolah
Ku ingin melatih
Keberanianku yang kurang
Namun
Bila ku jadi memilihnya
Dan aku terpilih
Ku takut akan waktu yang kan terpakai tuk hal itu
Masih sempatkah diriku
Menunaikan kewajibanku sebagai pelajar
Dan memenuhi harapan orangtua?
Orangtua berkata tidak perlu
Sahabat berkata tidak usah
Namun
Kata hatiku berkata ya, ikuti saja
Mana yang harus kupilih?
Ya atau tidak?
Saturday, December 13, 2008
I Wish I Were Bird...
For now
I don't really know
What my existence in the world really means
I'm tired of my living
I'm tired of my family
I'm tired of my friends
I'm tired of my home
And I'm tired of people around
I wish I could fly away
And leave all things behind
Feel free everytime
Don't care about anyone
Or anything...
Just go
And travel around the world
I wish I were bird...
I don't really know
What my existence in the world really means
I'm tired of my living
I'm tired of my family
I'm tired of my friends
I'm tired of my home
And I'm tired of people around
I wish I could fly away
And leave all things behind
Feel free everytime
Don't care about anyone
Or anything...
Just go
And travel around the world
I wish I were bird...
Preambule
Sebuah huruf memiliki suatu makna...
Sebuah kata penuh dengan makna...
Sebuah kalimat maknanya tak tertandingi...
Sebuah bait tiada terkira...
Sebuah puisi tiada terbayangkan...
Suatu hal yang besar pastilah berawal dari yang kecil...
Dimulai dari blog puisi ini...
Puisi-puisi lain dengan berjuta makna kan kusebarkan kepada dunia...
Sebuah kata penuh dengan makna...
Sebuah kalimat maknanya tak tertandingi...
Sebuah bait tiada terkira...
Sebuah puisi tiada terbayangkan...
Suatu hal yang besar pastilah berawal dari yang kecil...
Dimulai dari blog puisi ini...
Puisi-puisi lain dengan berjuta makna kan kusebarkan kepada dunia...
Subscribe to:
Posts (Atom)
