Here is my 14 paragraphs of 14 people around me
I'll reveal their uniqueness so that you can insight
Some grammar and rhymes may be sound silly,
But you know what I mean, right?
****************************************
A lot of pupils hate you
And people who like you are just a small part
You are known for your irrational "r" block question number 2
And you are nothing tall but you are short
He lives in Tiger Island, I can bet
So he likes to say "that", you can't blame
And to they who are in the class of 2nd alphabet
There is this guy who dance without shame
This kid likes English and Math
He's got a bad temper and likes to shout
He and I aim for the same path
To be a Math teacher, that's what we're all about
All collagues are your friends
And so are your students, they're friends for you
You like to talk about dimension
Would you like some ice with water, or steam too?
He likes music with do and mi and la
Debate is his natural skill, especially against who that in the paragraph number 1
And when he started to blah blah blah...
Someone would like to punch him, but only in their mind
To swamp crocodile, you have a rivalry
To explain to us, you have some stupid-ish examples
You know you won't get any money if you're angry...
So until now, you've been very patient to us...
Class A is what you like best somehow
You change from history to what you teach now
Your students often get marks that averagely low
Nineteenth alphabet is what you always talk anyhow
You always sit at the corner, but you like to chat
You like to doodle, that's what you do
Everyone know that you like a cat
No wonder why you have a kitteh glaring at you
You always keep a good manner, and taught it to the young ones
Not just that, you ordered them to sit perpendicularly
You says, "How come?" when you are conflicted with some things
You use the language that whole world now are using it generally
He has a brother, that is in this school too
He has just started to play Volley, that he has really excited about
He excels in Mandarin, when others don't find it do
But he likes to sleep, so by teachers he got angried a lot
You teach 2 kinds of lessons, no wonder you got some stress
We just know you in this school, coz you are a new teacher
Students underestimated you, so they talked a lot in the class
Walking with cavemen, that's what we did together
When it comes to health, you become very obsessed
No wonder that you are very healthy
You are over-cared to one that is obesed
I don't know why, but you looked kinda baldy...
You can be fun, but you also can be super angry
The lesson you teach, if compared to other lessons, is quite harder...
You have a small eyes, but you can see very clearly
You have the name that similar to 11-E if we write it in Roman number...
He "likes" AC, and likes to compare his "cool"ness
He also likes vegs, but only in your dream
He like social sciences, much better than science, of course
Maybe coz he's my bestfriend, so he always in my teams...
Friday, March 20, 2009
Monday, February 9, 2009
Puisi Cinta Logika Matematika
NB : Maaf kalo AGAK memaksa... Lagi tiba2 dapat inspirasi aja... :)
Dear sayangku,
Aku mencintaimu, dengan kuantor universal yang ada di diriku...
Ingin kubawakan, kuantor eksistensial dari bunga-bunga indah untukmu...
Dirimu, hanya pantas dikonjungsikan denganku sehingga kita bernilai kebenaran benar...
Dikonvers pun, tak apalah...
Tiada disjungsi lain yang pantas untukmu sayangku...
Janganlah kau pedulikan kalimat terbuka yang lain!
Atau jangan pernah kau pikirkan kemungkinan terjadinya kontraposisi, dan invers cinta kita!
Negasikanlah segala pernyataan yang tidak logis tentangku...
Semuanya itu, hanyalah kontradiksi!
Dari segala pernyataan logis yang ada...
Jika aku menyayangimu, maka engkau juga menyayangiku...
Janganlah biarkan pernyataan itu bernilai kebenaran salah, wahai sayangku...
Gunakan apapun yg engkau mau, baik itu Silogisme, Modus Ponens, dan Modus Tollens ...
Sehingga pernyataan cinta kita berdua, menjadi tautologi yang ekuivalen...
Kita hanya bisa berdua, untuk selamanya...
Jika dan hanya jika...
Engkau mau menerima cintaku...
Maukah engkau menerima cintaku?
Dear sayangku,
Aku mencintaimu, dengan kuantor universal yang ada di diriku...
Ingin kubawakan, kuantor eksistensial dari bunga-bunga indah untukmu...
Dirimu, hanya pantas dikonjungsikan denganku sehingga kita bernilai kebenaran benar...
Dikonvers pun, tak apalah...
Tiada disjungsi lain yang pantas untukmu sayangku...
Janganlah kau pedulikan kalimat terbuka yang lain!
Atau jangan pernah kau pikirkan kemungkinan terjadinya kontraposisi, dan invers cinta kita!
Negasikanlah segala pernyataan yang tidak logis tentangku...
Semuanya itu, hanyalah kontradiksi!
Dari segala pernyataan logis yang ada...
Jika aku menyayangimu, maka engkau juga menyayangiku...
Janganlah biarkan pernyataan itu bernilai kebenaran salah, wahai sayangku...
Gunakan apapun yg engkau mau, baik itu Silogisme, Modus Ponens, dan Modus Tollens ...
Sehingga pernyataan cinta kita berdua, menjadi tautologi yang ekuivalen...
Kita hanya bisa berdua, untuk selamanya...
Jika dan hanya jika...
Engkau mau menerima cintaku...
Maukah engkau menerima cintaku?
Tuesday, January 27, 2009
Bui Hatiku
Kini
Aku terpenjara di sini
Di dalam bui
Yang sungguh amat sempit
Di dalam diriku sendiri
Di sini
Aku bisa berteriak sekuat tenaga!
Meneriakkan kemauan diriku yang sebenarnya
Yang tak ingin dikekang orang lain
Diriku yang ingin bebas dari bui ini
Juga
Aku bisa menangisi diriku sendiri
Menyesali apa yang seharusnya terjadi
Yang seharusnya kulakukan dengan percaya diri
Yang seharusnya dilakukan diriku jika keluar dari bui
Pun
Aku bisa tertawa dan membanggakan diriku
Aku yang punya potensi ini
Tidak perlu kusakiti hati orang lain dengan kesombonganku ini
Yang selalu dilakukan diriku di dalam bui
Apa yang bisa kulakukan di dalam bui?
Hanyalah berteriak, menangis, dan berbangga diri?
Apa yang bisa dilihat dunia?
Hanyalah diri yang penuh kekosongan!
Diri yang tak punya keinginan sendiri
Diri yang tak punya kebebasan sendiri
Diri yang ditinggalkan oleh diri di dalam bui
Tunggulah, suatu hari nanti
Entah kapan
Ku kan pergi dari bui ini
Namun...
masih...
Suatu hari nanti?
Aku terpenjara di sini
Di dalam bui
Yang sungguh amat sempit
Di dalam diriku sendiri
Di sini
Aku bisa berteriak sekuat tenaga!
Meneriakkan kemauan diriku yang sebenarnya
Yang tak ingin dikekang orang lain
Diriku yang ingin bebas dari bui ini
Juga
Aku bisa menangisi diriku sendiri
Menyesali apa yang seharusnya terjadi
Yang seharusnya kulakukan dengan percaya diri
Yang seharusnya dilakukan diriku jika keluar dari bui
Pun
Aku bisa tertawa dan membanggakan diriku
Aku yang punya potensi ini
Tidak perlu kusakiti hati orang lain dengan kesombonganku ini
Yang selalu dilakukan diriku di dalam bui
Apa yang bisa kulakukan di dalam bui?
Hanyalah berteriak, menangis, dan berbangga diri?
Apa yang bisa dilihat dunia?
Hanyalah diri yang penuh kekosongan!
Diri yang tak punya keinginan sendiri
Diri yang tak punya kebebasan sendiri
Diri yang ditinggalkan oleh diri di dalam bui
Tunggulah, suatu hari nanti
Entah kapan
Ku kan pergi dari bui ini
Namun...
masih...
Suatu hari nanti?
Monday, December 15, 2008
Sulit Memilih (Ya Atau Tidak?)
Aku sedang bingung
Saat ini
Diriku dihadapkan pada sebuah pertanyaan
Yang jawabannya sangat berlawanan satu sama lain
Antara ya dan tidak
Menyangkut diriku sendiri di masa mendatang
Aku bingung...
Haruskah kujawab ya?
Aku ingin mencoba mengalami
Suatu peran yang cukup penting di sekolah
Ku ingin melatih
Keberanianku yang kurang
Namun
Bila ku jadi memilihnya
Dan aku terpilih
Ku takut akan waktu yang kan terpakai tuk hal itu
Masih sempatkah diriku
Menunaikan kewajibanku sebagai pelajar
Dan memenuhi harapan orangtua?
Orangtua berkata tidak perlu
Sahabat berkata tidak usah
Namun
Kata hatiku berkata ya, ikuti saja
Mana yang harus kupilih?
Ya atau tidak?
Saat ini
Diriku dihadapkan pada sebuah pertanyaan
Yang jawabannya sangat berlawanan satu sama lain
Antara ya dan tidak
Menyangkut diriku sendiri di masa mendatang
Aku bingung...
Haruskah kujawab ya?
Aku ingin mencoba mengalami
Suatu peran yang cukup penting di sekolah
Ku ingin melatih
Keberanianku yang kurang
Namun
Bila ku jadi memilihnya
Dan aku terpilih
Ku takut akan waktu yang kan terpakai tuk hal itu
Masih sempatkah diriku
Menunaikan kewajibanku sebagai pelajar
Dan memenuhi harapan orangtua?
Orangtua berkata tidak perlu
Sahabat berkata tidak usah
Namun
Kata hatiku berkata ya, ikuti saja
Mana yang harus kupilih?
Ya atau tidak?
Saturday, December 13, 2008
I Wish I Were Bird...
For now
I don't really know
What my existence in the world really means
I'm tired of my living
I'm tired of my family
I'm tired of my friends
I'm tired of my home
And I'm tired of people around
I wish I could fly away
And leave all things behind
Feel free everytime
Don't care about anyone
Or anything...
Just go
And travel around the world
I wish I were bird...
I don't really know
What my existence in the world really means
I'm tired of my living
I'm tired of my family
I'm tired of my friends
I'm tired of my home
And I'm tired of people around
I wish I could fly away
And leave all things behind
Feel free everytime
Don't care about anyone
Or anything...
Just go
And travel around the world
I wish I were bird...
Preambule
Sebuah huruf memiliki suatu makna...
Sebuah kata penuh dengan makna...
Sebuah kalimat maknanya tak tertandingi...
Sebuah bait tiada terkira...
Sebuah puisi tiada terbayangkan...
Suatu hal yang besar pastilah berawal dari yang kecil...
Dimulai dari blog puisi ini...
Puisi-puisi lain dengan berjuta makna kan kusebarkan kepada dunia...
Sebuah kata penuh dengan makna...
Sebuah kalimat maknanya tak tertandingi...
Sebuah bait tiada terkira...
Sebuah puisi tiada terbayangkan...
Suatu hal yang besar pastilah berawal dari yang kecil...
Dimulai dari blog puisi ini...
Puisi-puisi lain dengan berjuta makna kan kusebarkan kepada dunia...
Subscribe to:
Posts (Atom)
